Buku ini disajikan sebagai kelanjutan rangkaian ulasan yang dihimpun dalam Dag-Dig-Dug ... Byaar!. Kalangan pembaca yang dituju bukan hanya rekan-rekan pelayan sabda melainkan siapa saja yang tertarik mendalami Kabar Gembira.
Reinventing Jesus membedah retorika yang melontarkan ekstrem untuk menunjukan bahwa Kekristenanyang berlandaskan sejarah benar-benar dapat dipercaya. Dengan menyuguhkan kajian ilmiah yang seksama tetapi tetap enak dibaca, buku ini mengajak kalangan pembaca umum untuk menyimak bukti-bukti primer dari asal-usul Kekristenan.
Jesus Who is he?
The universal symbol of the Christian faith is not a crib nor a manger but a gruesome cross. Yet many people are unclear about its meaning, and cannot understand why Christ had to die.
Buku yang memikat ini adalah pembelaan yang paling komprehensif bagi kebangkitan Yesus di antara karya mana pun. Jika Anda tertarik untuk mengetahui bukti bagi kebangkitan dan membaginya dengan orang lain, Anda harus membaca buku ini!”
This alone is a valuable contribution. But then Licona carefully applies his principles and methods to the question of Jesus' resurrection. In addition to determining and working from the most reliable sources and bedrock historical evidence, Licona critically weighs other prominent hypotheses.
Kubur kosong! Tiga hari yang lalu, jenazah Yesus dibaringkan di situ. Kini, jenazah itu tidak ada lagi. Ya, Kubur benar-benar kosong. Orang kristen meyakini bahwa Yesus bangkit. Dapatkah kubur kosong dijadikan sebagai bukti? Para perempuan bingung penuh tanda tanya. Apa yang terjadi? Itulah yang dikupas tuntas oleh pengarang yang ahli kitab suci ini.
Kubur kosong! Tiga hari yang lalu, jenazah Yesus dibaringkan di situ. Kini, jenazah itu tidak ada lagi. Ya, Kubur benar-benar kosong. Orang kristen meyakini bahwa Yesus bangkit. Dapatkah kubur kosong dijadikan sebagai bukti? Para perempuan bingung penuh tanda tanya. Apa yang terjadi? Itulah yang dikupas tuntas oleh pengarang yang ahli kitab suci ini.
Buku Yesus Menjamah Aku merupakan kumpulan kesaksian dari umat Allah yang telah merasakan kasih dan jamahan Tuhan. Melalui kesaksian dari mereka yang telah mengalami kasih Allah ini diharapkan dapat menumbuhkan dan menguatkan iman kita semua kepada Allah yang sungguh-sungguh hidup.
This book is an invitation to think about Jesus and his time. I invite you to consider with me why Jesus, like the founder of the Dead Sea Scrolls community, was rejected by the ruling priests in Jerusalem; and why and how Jesus' sayings and his self-understanding are now clearer thank to the recovery of a long "lost" gospel.