Buku ini disajikan sebagai kelanjutan rangkaian ulasan yang dihimpun dalam Dag-Dig-Dug ... Byaar!. Kalangan pembaca yang dituju bukan hanya rekan-rekan pelayan sabda melainkan siapa saja yang tertarik mendalami Kabar Gembira.
Buku ini mengulas kisah-kisah dalam Kitab Suci menggunakan pendekatan naratif. Beberapa tulisan memang sudah pernah dimuat dalam terbitan Kanisius. Namun beberapa tulisan baru sungguh memberi informasi kepada pembaca, terutama bagaimana permasalahan tafsir dapat diatasi sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman bagi pembaca modern.
Berbagi pengalaman dengan orang-orang yang mengenal para pengikut Yesus dahulu akan mustahil seandainya keempat Injil tidak pernah ditulis. Mendengarkan kisah-kisah yang disampaikan di sana menjadi kesempatan bagi kita untuk ikut mendengarkan Kabar Gembira yang dibawakan Yesus sendiri.
Mendengarkan Sabda Tuhan dapat membuat hati berdebar-debar. Menggairahkan, tetapi tak jelas ke mana arahnya. tetapi yang "dag-dig-dug" itu pada satu ketika akan "byaar" bermakna dan menyapa. Buku ini mau menyampaikan pengalaman tadi kepada rekan-rekan pemerhati kitab Suci, baik yang sudah sering membalik-baliknya maupun yang baru belajar mengenalnya.
Karangan pertama dalam buku ini menguraikan bagaimana Yesus meminta agar murid-muridnya pergi memberitakan Kabar Gembira kepada siapa saja. Pengutusan ini dimaksud sebagai ajakan bagi semua orang yang berkemauan baik untuk memerdekakan kemanusiaan dari kungkungan yang memerosotkannya, yakni kebodohan, kemiskinan, ketakadilan, perseteruan.
Judul buku ini, Bersama Dia, mengungkapkan pengalaman para murid Yesus setelah kebangkitannya. Mereka masih tetap merasa disertai oleh Sang Guru meskipun ia tidak lagi berada di tengah-tengah mereka dalam cara seperti dahulu.
Injil bukan hanya menyampaikan kisah-kisah mengenai Yesus serta kumpulan ajarannya. Di dalamnya juga tersedia bekal hidup bagi para murid, dulu dan sekarang. Semakin didulang khazanah ini, semakin melimpahlah kekayaan yang dikandungnya. Injil juga mempertemukan siapa saja yang mendalaminya dengan dia sendiri yang diwartakan di dalamnya.