Buku "Pesan-Pesan Kenabian di Pusaran Zaman", yang disunting oleh Pdt Weinata Sairin, M. Th, ini adalah kumpulan pernyataan resmi PGI sehubungan dengan berbagai dinamika yang berkembang dalam masyarakat majemuk Indonesia, terutama sekali di era informasi.
Penekanan utama dalam kajian ini adalah upaya „menemukan“ (ent-decken: menyingkap apa yang tersembunyi) secara kritis, baik itu elemen-elemen yang terdapat di dalam ritus dan kearifan lokal, maupun di dalam ajaran, tradisi dan praksis gerejawi. Hasil temuan ini digunakan dalam proses merancang bangun serta pembaharuan teologi dan praksis kontekstual.
Buku ini diberi judul Teologi Politik: Panggilan Gereja di Bidang Politik Pascaorde Baru. Sebagaimana buku terbitan Oase sebelumnya (2006), Teologi Bencana: Pergumulan Iman dalam Konteks Bencana Alam dan Bencana Sosial, buku ini juga merupakan bagian dari sumbangan Oase bagi pengembangan teologi kontekstual di Indonesia.
In The New Testament on Sexuality William Loader explores the relevant cultural contexts and looks at New Testament texts related to sexuality, highlighting both the warnings about sexual wrongdoing and the affirmations of sexual union. He deals with specific themes such as divorce, same-sex relations, women and men in leadership, and celibacy; individual behavior, gender roles and rules, prefe…
Buku ini adalah suatu Eka Darmaputera Reader yang berupaya memperkenalkan pikiran-pikiran Eka Darmaputera yang terserak dalam ratusan artikel dan belasan buku yang pernah ia hasilkan.
Buku "Agama dan Kerukunan" ini, menggali berbagai sifat positif agama dan ajaran-ajaran luhurnya dalam berinteraksi dengan sesama pemeluk berbagai agama lain, dari perspektif kristen.
Buku ini ditulis awalnya sebagai sebuah naskah orasi pengukuhan saya sebagai Guru Besar atau Profesor Teologi di Sekolah Tinggi Filsafat Theologi Jakarta. Ia ditulis dalam kepedihan berbulan-bulan yang dialami penulis akibat pandemi Covid-19 yang terus menggerus umat manusia di seluruh dunia, termasuk orang-orang yang saya kenal secara dekat di komunitas-komunitas saya.
Buku ini bukanlah ratapan tentang sangat buruknya keadaan moral masyarakat, atau rusaknya akibat yang ditimbulkan oleh dosa yang terjadi di sekeliling kita. Tulisan ini tidak pula mendorong agar orang Kristen melakukan usaha yang mustahil untuk memperbaiki masyarakat.
Dalam buku ini. Dr. Billy Graham menguraikannya begitu rupa sehingga ketujuh dosa maut itu dengan sengatnya menjadi jelas. Dengan membaca buku ini kita akan terdorong untuk bertindak mengatasi dosa-dosa maut itu.
Bahwa pada waktu buku ini ditulis, AIDS telah menjadi wabah yang amat mengerikan, kami setuju. Itu akan kami paparkan sejelas mungkin. Namun serta-merta mengatakan bahwa AIDS adalah kutukan Tuhan, o, tunggu dulu! Sebab ada banyak sekali hal yang mesti jelas terlebih dulu.