Pemahaman dan pemaknaan mengenai liturgi dalam konteks kekristenan mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Liturgi tidak lagi dimaknai hanya sebatas dalam “tembok gereja”, tetapi berimplikasi juga dalam ruang publik. Di sinilah tampak adanya relasi antara teologi liturgi dan teologi publik yang kemudian diangkat oleh Asosiasi Teolog Indonesia (ATI) sebagai topik utama buku ini.