This book is for the enduring friendships of my first ten years in Britain, for my mother who supported my decision to come here, and most especially for Allex.
A final essays in this book stands by itself in ascertaining the future of the Messianic witness through its congregations.
Buku ini mengangkat sisi - dalam ajaran atau aliran yang dicap oleh lembaga Gereja sebagai bida'ah. Presentasi yang objektif tentang sisi - dalam ajaran atau aliran tersebut tidak dimaksudkan untuk mempromosikan gerakan bida'ah, melainkan agar orang (beriman) kian menyadari identitas keyakinan pribadinya, juga menghargai pandangan ataau tafsiran yang berbeda, bahkan bertentangan.
Buku Sejarah Gerakan Pentakosta ini pernah diterbitkan 20 tahun lalu dan menjadi referensi mata kuliah Sejarah Gereja di sekolah - sekolah Teologi. Buku ini juga menjadi referensi buku Pelbagai Aliran Gereja karya Dr Jan Aritonang, buku Sejarah Gereja Karya Dr Christiaan de Jongge, dan buku Ragi Carita karya Dr Van Den End.
Buku ini membahas model kepemimpinan episkopal gereja dengan mengangkat konsep John Wesley tentang kepemimpinan gereja sebagai objek. Pemaknaan terhadap paradigma kepemimpinan episkopal (episkopos=bishop) ini akan lebih memberikan porsi pada pemahaman dan bangunan yang muncul dari dalam konteks gereja yang muncul dari dalam konteks gereja yang menjalankan sistem pemerintahan gereja yang episkop…
Dalam buku kecil ini terdapat jawaban atas pertanyaan - pertanyaan itu. Tetapi isi seluruhnya lebih luas. penulis ingin menyampaikan secara singkat dan sederhana beberapa petunjuk bagi semua orang yang ingin mengatur hidup rohaninya secara bijaksana, artinya dapat mengambil keputusan - keputusan praktis yang sesuai dengan kehendak Tuhan, karena tahu membeda-bedakan roh.
Buku ini bermaksud memperkenalkan GMI kepada masyarakat umum, khususnya warga kristiani di Indonesia yang ingin mengenal lebih banyak tetang denominasi ini, yang notabene di Amerika, Singapura, Malaysia, Korea, India, dan lain-lain, denominasi Methodist sangat dikenal oleh masyarakatnya.
The result is a theological anthropology that does not derive from dogma or prejudice, but critically evaluates the findings of the disciplines.Pannenberg begins with a consideration of human beings as part of nature; moves on to focus on the human person; and then considers the social world: its culture, history and institutions.
Buku ini bukan dimaksudku untuk merangsang imajinasi. Ini bukanlah sebuah karya spekulatif. Buku ini merupakan uraian kepercayaan kita yang di alaskan pada Alkitab dengan berpusatkan pada Kristus.
This Strom-god concept has been one of the most potent forces in the evolition of the religious experience of early man. To a certain degrree, it has evolved into the mythical foundation of the modern conception of God.