Buku ini memberikan uraian yang ringkas dalam bahasa populer tentang berbagai seluk-beluk pemahaman dan penafsiran Kitab Amsal. Anda akan diajak untuk memahami hakikat bentuk sastra yang bernama amsal serta belajar bagaimana membaca amsal-amsal dalam konteksnya, lalu menelusuri beberapa tema yang muncul di dalam kitab ini.
Biblical scholar Michael V. Fox seeks to address the complexities and so-called “absurdities” of Ecclesiastes, or “Qohelet,” the Hebrew word for the preacher. He focuses not on resolving the contradictions, but on seeing them as part of the overall structure and meaning of the book.
Bagi kita tjukuplah diketahui, bahwa Kitab Mazmur adalah sekumpulan gubahan dalam bentuk puisi ( bandingkan 5 ), dimana umat Israel memperdengarkan suara kepertjajaannya.
Interpreters of Ecclesiastes have struggled with the word hebel (traditionally "vanity" but literally "vapor"). The positions they have adopted regarding the term have influenced their interpretation of the book as a whole.
The ten essays in this volume, the majority specially written, engage with questions of voice (whose?) and interplay (what kind?) between received interpretation and resisting female reader, and venture into methodological territory familiar and unfamiliar to biblical scholars, including autobiographical criticism.
Sang Pengarang, C. Hassell Bullock, meneliti secara mendalam Kitab-kitab Ayub, Mazmur, Amsal, Penghotbah dan Kidung Agung-yaitu Kitab-kitab puisi Perjanjian Lama. Sebagai dari tulisan yang paling berpengaruh tentang sejarah manusia terkandung di dalam kelima kitab ini.
Kitab Mazmur memiliki pesona yang dalam. Kepolosan, keterbukaan, intensitas dan keintiman tak tertandingi oleh kitab-kitab lain dalam Alkitab.
Tafsiran Kitab Pengkhotbah karya Gerrit Singgih ini, menggugah kita. Sebab, kepiawaiannya menggali dan mengulas teks memudahkan kita menyimak muatan makna Kitab Pengkhotbah yang mesti diakui sulit dipahami.
Three decades ago, renowned literary expert Robert Alter radically expanded the horizons of biblical scholarship by recasting the Bible as not only a human creation but a work of literary art deserving studied criticism.