This volume explores a number of instances of unexpected but influential readings of the Bible in popular culture, literature, film, music and politics. The argument in all of them is that the effects of the Bible continues to have an effect on contemporary culture in ways that may surprise and sometimes dismay both religious and secular groups.
We all know that everything we have is a gift from God. But sometimes its hard to know just how to give back to God. How much is enough? What does the Bible really say? What should giving look like in our everyday lives? Filled with good news for followers of Jesus, Mark Allan Powells Giving to God shows Christians the way to a better life and a better relationship with their money ... and with…
buku ini sangat istimewa bukan semata lantaran penulis telah sangat populer dalam bidang studi agama dan kebudayaan, melainkan lebih disebabkan oleh ketetapan aplikasikan teori perbandingannya antarperadaban dan antaragama diberbagai belahan..,
Since it was first published nearly three decades ago, The Art of Biblical Narrative has radically expanded the horizons of biblical scholarship by recasting the Bible as a work of literary art deserving studied criticism.
Orang Kristen injili sependapat bahwa Alkitab adalah Firman Allah yang tidak mungkin salah. Akan tetapi, kadang-kadang kita berbeda pendapat tentang bagaimana menghubungkan pesan dalam Perjanjian Lama dengan pesan dalam Perjanjian Baru. Tanpa memahami soal penting ini, orang akan sulit untuk mengetahui cara menggunakan kedua kitab Perjanjian itu dalam merumuskan doktrin atau cara bertindak.
Habis para misionaris berkhotbah, habis para pakar teologi berseminar, habis kaum soleh berdoa, ruang perjamuan dan perjumpaan dengan Tuhan sering terasa begitu kosong.
Kata-kata ini menunjukkan pengertian-pengertian yang memainkan peranan penting juga dalam filsafat. Maka dari itu orang yang mempelajari persoalan-persoalan filosofis tentang jiwa dan tubuh tentu mendapat kesan bahwa filsafat membahas persoalan-persoalan yang secara langsung menyangkut kehidupan sehari-hari.
Buku ini menyajikan tema dan fondasi dari sebuah pelayanan yang bertumbuh dari tiga puluh menjadi beberapa ribu orang dalam waktu kurang dari lima tahun.
Usaha diarahkan untuk meletakkan dasar-dasar Alkitab sebagai landasan untuk mengembangkan teologi kontekstualisasi yang benar. Pengkajian dan penyorotan aspek sosiobudaya dalam penerapan berteologi dalam konteks memberikan perspektif bagi pengembangan daya nalar dan daya terapan bagi pendekatan yang dikembangkan dalam tulisan ini.
Understanding that a certain criticism implied a sort of challenge to apply my theory of Luke's character as a historian to the Gospel