Satu Allah .... satu Tuhan Yesus Kristus (1 Kor. 8:6), Mangurai masalah nama Yahwe, Allah dan "kubur kosong": Bahan Seminar Sehari Persekutuan Doa Hamba-hamba Tuhan "Methanoia"28 Agustus 2008 di GIA Ploso, Randuacir, Argomulyo, Salatiga
Bij ke samenstelling van dit werkje heb ik mij een zelfden kring van lezers voorgesteld als die, voor welke ik de "Im trekken" schreef.
This research work forms the background of this study which, while essentially biblical and exegetical, is intended to serve the practical purpose of Bible translating and to promote the unity of the Church in this field.
Berlatar belakang dari temuan di bidang antropologi dan kemudian diperhatikan sebagai unsur penting dalam bidang teologi kontekstual, maka relasi yang diistilahkan sebagai wujud dan makna membuka pikiran kita dalam pelayanan lintas budaya.
Kekerasan multidimensional sedang melanda Indonesia dewasa ini. Prakatik kekerasan ini terkait dengan beraneka masalah (politik, ekonomi, sosial, budaya dsb) secara terbuka atau terselubung, yang berimbas pada kehidupan beragama.
Jilid ini menerangkan bagaimana kita memperoleh pengetahuan menggunakan bahasa, logika, sejarah, ilmu pengetahuan, filsafat untuk menemukan fakta-fakta, bagaimana kapasitas, kemampuan dan sikap bisa mempengaruhi pengetahuannya.
Bagaimana mengenal Allah dan karya-Nya yang ajaib dan besar. Mengetahui setiap kehendak-Nya dengan benar melalui firman Tuhan? Buku jilid 1 ini akan membantu kita, yang pertama: untuk mengenal Dia, ciptaan-Nya, hukum-Nya dan objek-objek pengetahuan dalam teologi, filsafat, ilmu pengetahuan dan apologetik, yang kedua: apakah benar yang kita kerjakan, serta hal-hal lain yang saling berhubungan.
In A Preface to Christian Theology, John Mackay illustrated two kind of interest in Christian things by picturing persons sitting on the high front balcony of a Spanish house watching travellers go by on the road below.
This essay in this volume explore connections between biblical and non-biblical traditional literatures, and test what may be learned from such a comparative and cross-cultural enterprise.
Di tahun 1960 silam, Pdt. Dr. Siegfried Zöllner bersama dr. W. H. Vriend datang ke Tanah Papua (Nederlands Nieuw Guine) waktu itu untuk melakukan penginjilan di daerah Yalimo dengan membuka Pos Pekabaran Injil (Pos-PI) di Angguruk. Di tahun 1961, mereka membuka sebuah landasan untuk pesawat keci di Angguruk.