Buku ini pantas untuk dibaca oleh setiap individu Kristen yang secara pribadi mencari jawab untuk salah satu pertanyaan iman yang paling esensial dalam hidupnya. Saya percaya buku ini akan menjadi salah satu sumbangan penting untuk keKristenan di Indonesia.” (Pdt. Dr. Yakub Susabda – Rektor/ Ketua STTRII)
Buku ini lahir dari pergulatan pribadi yang sungguh-sungguh muncul dari hati: ini orang macam apa sih kok bisa-bisanya sejak 2000 tahun menjadi pusat pergunjingan. Pewartaan pengikutnya ditentang oleh orang-orang Yahudi yang selama ribuan tahun begitu akrab dengan Hukum Taurat. Pewartaan pengikutnya itu juga mendapat tentangan dari orang-orang Islam ratusan tahun kemudian, tetapi toh pewartaan …
Seperti biasanya, saya mengandalkan para sahabat. Sebagian dari mereka telah bermurah hati untuk membaca draf-draf awal karya ini dan memberikan sejumlah komentar: Harold Fickett, Philip Yancey, Anthony LeDonne, Paul Guillxson, Mark Labberton, Fred Prudek, dan Michael Griffin. Mereka semua memberikan komentar yang berharga.
Buku ini ditulis untuk orang-orang Kristen awam dengan bahasa popular dan format non akademis [tanpa catatan kaki]. Mengawali buku ini, Bock dan Wallace mencantumkan kilasan pandangan dari sejumlah sarjana yang selanjutnya pandangan-pandangan mereka dikategorikan ke dalam dua istilah kunci: “Kristenitas” dan “Yesusanitas”.
Buku ini mengantarkan para pembaca untuk lebih memahami perumpamaan-perumpamaan yang dikisahkan oleh Tuhan Yesus. Tak ada yang lebih memikat bila suatu cerita disampaikan dengan baik. Salah satu kekuatan Yesus adalah kemampuan-Nya untuk memanfaatkan cerita, khususnya cerita-cerita yang dikenal sebagai perumpamaan.
Buku ini dirancang untuk digunakan secara berkelompok ataupun secara pribadi sepanjang tahun khususnya selama masa-masa menjelang paskah. Setiap bab memusatkan perhatian pada berbagai perkataan Yesus tentang AKULAH... seperti Akulah Roti Hidup Akulah Gembala Yang Baik; Akulah Pintu; Akulah Pokok Anggur Yang Benar; Engkau berkata Aku ini Raja; Akulah Kebangkitan dan Hidup dan Akulah Alfa dan Omega.
Buku ini mengulas kisah-kisah dalam Kitab Suci menggunakan pendekatan naratif. Beberapa tulisan memang sudah pernah dimuat dalam terbitan Kanisius. Namun beberapa tulisan baru sungguh memberi informasi kepada pembaca, terutama bagaimana permasalahan tafsir dapat diatasi sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman bagi pembaca modern.
Berbagi pengalaman dengan orang-orang yang mengenal para pengikut Yesus dahulu akan mustahil seandainya keempat Injil tidak pernah ditulis. Mendengarkan kisah-kisah yang disampaikan di sana menjadi kesempatan bagi kita untuk ikut mendengarkan Kabar Gembira yang dibawakan Yesus sendiri.
This volume, the first of a two-volume work by Leonhard Goppelt, represents the most mature and comprehensive thought of this German New Testament scholar. Among German-speaking scholars it is distinguished as rivaling, if not replacing, the monumental work on New Testament theology by Rudolf Bultmann.
The scholarly quest for the historical Jesus has a distinguished pedigree in modern Western religious and historical scholarship, with names such as Strauss, Schweitzer and Bultmann highlighting the story. Since the early 1990s, when the Jesus quest was reawakened for a third run, numerous significant books have emerged. And the public's attention has been regularly arrested by media coverage, …