The chapters of this little book had their beginning as sermons, offered by a pastor in the intimacy and with the understanding of his own congregation.
Buku renungan ini adalah kumpulan renungan dari "Saat Teduh" dalam sepuluh tahun terakhir ini.
Buku ini membahas, antara lain : bagaimana menyusun, mengawali dan mengakhiri sebuah khotbah; Metode dan bentuk khotbah; Gaya berkhotbah yang menarik; Pemakaian ilustrasi yang tepat serta persiapan pengkhotbah sendiri sebagai tokoh dan pribadi dibalik khotbahnya.
Buku ini disusun untuk itu. Bagi setiap hari diberikan sepatah kata dari Alkitab, dijalin dengan beberapa renungan yang sederhana dan tepat. Sepatah kata yang bening, yang ditunjukan langsung kepada orang-orang di dalam hidupnya setiap hari.
Buku ini tidak hanya dibutuhkan oleh gembala-gembala (pendeta, guru-jemaat, penatua, dll.), tetapi juga oleh setiap orang yang mengasihi Gembala yang Baik itu dan kawanan domba-Nya.
Buku ini tidak hanya dibutuhkan oleh gembala-gembala (pendeta, guru-jemaat, penatua, dll.), tetapi juga oleh setiap orang yang mengasihi Gembala yang Baik itu dan kawanan domba-Nya.
Spurgeon tidak hanya mempengaruhi orang-orang disekitarnya namun tampaknya mereka juga meneladani dirinya. Mereka semua sama, setidaknya dalam roh. Semuanya mengikuti Spurgeon yang menjadi gembala, pemimpin, dan sahabat mereka.
Buku ini diharapkan agar khotbah-khotbah yang akan dibawakan secara sungguh-sungguh dapat mencapai mutu yang semestinya.
Buku ini merupakan kumpulan khotbah yang menyoroti kehidupan dari sebagian keturunan Abraham, baik yang bersifat seperti bintang yang bersinar, maupun pasir yang gelap, serta reaksi mereka terhadap "tawaran" Tuhan.