Pemahaman dan pemaknaan mengenai liturgi dalam konteks kekristenan mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Liturgi tidak lagi dimaknai hanya sebatas dalam “tembok gereja”, tetapi berimplikasi juga dalam ruang publik. Di sinilah tampak adanya relasi antara teologi liturgi dan teologi publik yang kemudian diangkat oleh Asosiasi Teolog Indonesia (ATI) sebagai topik utama buku ini.
Buku "Perjamuan Awal Jemaat Korintus" menganalisis praktik perjamuan di jemaat Korintus, yang awalnya adalah perjamuan sosial biasa, menjadi dasar bagi Perjamuan Kudus gereja modern melalui penafsiran teologis Paulus tentang aspek kesatuan, kasih, dan pengorbanan Kristus, serta memperingatkan praktik tidak layak yang menyebabkan perpecahan dan penghakiman.
Penerbitan BAKI ini adalah untuk menjawab kebutuhan gereja-gereja yang belum memiliki daftar bacaan (leksikon atau almanak) tahunan dan acuan bagi Persekutuan Oikoumene Umat Kristen (POUK) dalam mengisi bacaan Mingguan. BAKI ini tidak pernah dimasudkan untuk menggantikan atau meniadakan Buku Almanak yang sudah ada di gereja-gereja selama ini.