Dalam memanfaatkan pendekatan Teologi PL posmedern dalam membaca ulang dan menginterpretasi kembali teks keluaran 20:18-11 tentang SABAT. Ditemukan bahwa tafsiran teologis sabat selama ini merupakan konstruksi dan dekonstruksi dari tafsiran Sabat yang bersifat normatif, legalistik, ritualistic, sosiologis, Teologis dan eskatologis.