Buku ini lahir dari kesadaran bahwa berteologi telah menjadi kegiatan publik. Ketika ia menjadi kegiatan publik, maka kita perlu mengetahui “alur - jalur – arah” agar keterlibatan di ruang publik tidak menjadi hambar dan tawar. Ia mesti menjadi “garam sekaligus terang” dalam membersamai realitas publik. Berteologi harus dihindarkan dari kecenderungan “menjadi tawar” agar ada rasa…