This important book surveys the principal modern solutions to the problem (including those of Bultmann and Baumgartel), thus providing an unparalleled work of reference to the on-going hermeneutical debate.
Sadly that distinction is necessary, because there are many who question whether the Bible deserves to be called the Book, or whether it is just a book—a very special book, to be sure, but not the Book that perfectly illumines all things. And the more they chip away at the full confidence that believers must have in the trustworthiness of Scripture, the more they rob its Author of the glory t…
Siapa yang membuat Alkitab? Bagaimana prosesnya sampai ke-66 kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru itu menjadi Alkitab yang berottas? Siapa yang menetapkannya? Dan apa dasar ottasnya bagi kita di masa kini? Pertanyaan-pertanyaan semacam itulah yang dibahas dalam tulisan ini, yang menerangkan secara terperinci mengenai usia Alkitab, waktu penerimaannya oleh Gereja, selain itu juga membahas o…
Buku ini bukanlah pilihan-pilihan dari beberapa tulisan di dalam Alkitab. Banyak perikop-perikop (bagian bacaan) terkenal yang tidak dibicarakan dalam buku ini.
Het verhaal over hoe de bijbel tot ons kwam is een boeiend verhaal, en het wordt in dit boek verteld door een drietal deskundige auteurs.
Dalam buku kecil ini, Anda akan mendapatkan ringkasan dari seluruh enam puluh enam kitab dalam Alkitab. Masing-masing meringkas apa isi kitab tersebut -- senantiasa dalam konteks kasih Allah dan perhatian-Nya.
Tahun 303 S.M., siapa saja yang kedapatan memiliki Alkitab dihukum mati. Teror berkelanjutan ini mengakibatkan pembakaran Alkitab secara luas dan hukuman mati yang tak terhitung banyaknya.
This small volume aims at shedding some light on some of the most important aspects of how we got our Bible.
Buku ini membantu Anda masuk lebih dalam lagi untuk mengenal sejarah, budaya, dan konteks zaman lainnya yang melatarbelakangi penulisan kisah, tokoh, ajaran dan berbagai hal dalam Kitab Suci, mulai dari Kitab Perjanjian lama sampai dengan Kitab Perjanjian Baru.
Buku kontroversial yang ditulis dalam bahasa Inggris ini pada mulanya menemui kesulitan dalam mencari penerbit, karena hampir semua penerbit di Eropa menolaknya.