Buku ini yang kami beri judul BUKU PERSEBARAN FIRMAN DISEPANJANG ZAMAN adalah seluruh upaya untuk menggambarkan makna hakiki Alkitab bagi manusia yang tengah bergulat di tengah zaman.
Dalam tiga puluh tahun terakhir sikap Gereja terhadap pernan Sabda Allah berubah secara mencolok. Sabda Allah telah menjadi santapan harian, pegang iman, harap dan cinta, sumber doa dan ibadat, sumber dan jiwa seluruh proses berteologi.
Dalam tiga puluh tahun terakhir sikap Gereja terhadap pernan Sabda Allah berubah secara mencolok. Sabda Allah telah menjadi santapan harian, pegang iman, harap dan cinta, sumber doa dan ibadat, sumber dan jiwa seluruh proses berteologi.
Naskah buku ini merupakan bahan seminar yang saya bawakan di berbagai gereja dan persekutuan kampus. Karena itu, bila ada gereja atau persekutuan yang tertarik untuk membahasnya tema ini dapat menghubungi penulis atau Perkantas Jakarta. Bagi gereja yang berminat membeli buku tersebut dapat menghubungi toko2 buku terdekat di kota Anda.
Buku ini menyodorkan satu gambar yang gamblang tentang asal-usul dan hakikat Alkitab. Dipaparkan juga persoalan-persoalan yang muncul ketika pembaca Alkitab menghadapi dilema yang sering dimunculkan oleh para ahli Alkitab modern.
Buku ini membantu Anda mendapatkan ilustrasi yang tepat untuk menyampaikan kebenaran alkitabiah, menarik perhatian penonton, menjelaskan inti permasalahan, dan menarik kesimpulan. Dengan contoh yang tepat, Anda dapat mengubah para skeptis menjadi partisipan yang menaruh minat, dan Anda dapat berkontribusi bagi pertumbuhan spiritual mereka.
Buku kecil ini dimakasudkan sebagai rujungqn cepat untuk menolong siapa saja yang ingin menemukan nas atau ayat yang sesuai.
Buku ini merupakan studi khusus untuk menjelaskan pentingnya kontribusi Petrus dalam Kisah Para Rasul. Petrus sering dilihat sebagai rasul orang-orang Yahudi dan dituduh telah memaksa bangsa-bangsa lain untuk hidup seperti orang-orang Yahudi. Akan tetapi, Kisah Para Rasul memberi kesaksian tentang kontribusi penting dari Petrus dalam kegiatan misi kepada bangsa-bangsa lain.
Buku ini adalah Surat Yudas yang berhasil menghubungkan tulisannya dengan peristiwa-peristiwa dalam perjanjian lama.
Di sini penulis menggunakan perspektif dan metode analisis sosio-retorika dalam proses penelitian dan penulisannya. Kita akan melihat bersama bagaimana peran dan posisi keempat perempuan dalam kisah Injil. Tidak hanya itu, dari tulisan ini juga kita akan memahami bagaimana analisis sosio-retorika dapat menjadi alternatif dalam melihat keempat perempuan di Injil Yohanes. Terakhir, penulis juga b…